Selamat datang di MUHAMMAD JONI.COM, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda Sukses !!

https://poin-web.co.id/invitation/334087

Sabtu, 04 November 2017

KORUPSI ARAB SAUDI: Betulkah Berita Daily Sabah Tentang Pangeran Alwaleed bin Talal?

Berita tentang penahanan Pangeran Alwaleed bin Talal di Daily Sabah - dailysabah.com
Kabar24.com, JAKARTA - Gebrakan Kerajaan Arab Saudi yang mengizinkan lahirnya komite antikorupsi membuat sejumlah nama elite negeri kerajaan itu menjadi korban.
Setelah Raja Arab Saudi merestui lahirnya komite antikorupsi yang dipimpin Putra Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman, TV pemerintah Al Arabiya memberitakan tentang penahanan 11 Pangeran, empat menteri yang masih menjabat dan puluhan mantan menteri. Demikian disebutkan Reuters, Minggu (5/11/2017).

Meski secara resmi, nama-nama yang ditahan tidak disebutkan, Internet sudah ramai dengan penyebutan sejumlah nama. Tak hanya itu, media Daily Sabah yang terbit di Turki sudah menyebutkan nama.
Mengklaim sebagai media yang menghadirkan fakta akurat, komitmen pada demokrasi, hukum, ham dan kebebasan, Daily Sabah seperti dapat dilihat melalui laman dailysabah.com memampang foto Pangeran Alwaleed dengan judul besar Alwaleed bin Talal, two other billionaires tycoons among Saudi arrests.
Disebutkan, Pangeran Alwaleed bin Talal yang bersama dua nama lainnya termasuk dalam daftar orang yang ditahan pada Minggu (5/11/2017) pagi.
"Pangeran Waleed Al Ibrahim Bin Talal, chairman of Middle East Broadcasting Center, dan Sales Kamal, pemilik saluran televisi ART dan pendiri Dallah al Baraka Group (DBHC), salah satu konglomerat terkemuka di Timur Tengah, ditahan bersama Pangeran Miteb bin Abdullah, kepala keamanan nasional Arab Saudi, beserta belasan Pangeran dan mantan menteri," demikian Daily Sabah.
Pangeran Miteb merupakan saingan Putra Mahkota Mohammad bin Salman untuk meneruskan tampuk kepemimpinan kerajaan.
Pangeran Alwaleed bin Talal, masuk dalam daftar orang kaya di Arab Saudi dengan kekayaan diperkirakan mencapai US$18.7 miliar. Ia juga pemegang saham Twitter kedua terbesar.
Pangeran Mohammad secara defakto kini mengontrol sejumlah kedudukan di pemerintahan mulai dari bidang pertahanan hingga ekonomi. Saily Sabah menulis tampaknya Putra Mahkota sedang berupaya memperluas pengaruhnya di dalam negeri sebelum secara resmi menggantikan posisi Raja Salman yang kini berusia 81 tahun.
Pada bulan September, pihak berwenang Arab Saudi menangkap sejumlah orang termasuk para ulama berpengaruh, sebuah tindakan yang dinilai para aktivis sebagai langkah yang sudah disiapkan.
Analis mengatakan banyak dari mereka yang ditahan tak sejalan dengan kebijakan luar biasa agresif Pangeran Mohammed yang mencakup pemboikotan terhadap Qatar serta beberapa reformasi kebijakannya yang berani, termasuk privatisasi aset negara dan pemotongan subsidi. Demikain Daily Sabah.
Sejauh ini belum ada konfirmasi atau bantahan atas berita Daily Sabah tersebut.
Sumber : dailysabah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saran/Kritik/HUb Email