Selamat datang di MUHAMMAD JONI.COM, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda Sukses !!

Kamis, 17 April 2014

Aturan Berbisnis dengan Sistem Dropship


Aturan Berbisnis dengan Sistem Dropship
Image by : FotoSearch

Sistem dropship menawarkan alternatif berbisnis dengan modal minim. Ada satu hal penting yang harus ditaati, jika tidak ada risiko yang menanti Anda.

Dropship merupakan sistem bisnis di mana penjual menjadi perantara antara konsumen dan produsen. Alurnya akan seperti ini: Konsumen memesan barang yang terpampang di toko online penjual, kemudian penjual tersebut akan memesankannya kepada pihak agen. Selanjutnya agen akan mengemas barang dan mengirimkannya ke pihak konsumen.

Sistem itu memudahkan penjual — disebut dropshipper — karena tidak harus memiliki barang dan repot-repot melakukan pengiriman. Dari sistem itu, penjual tidak akan kehilangan pelanggan karena rata-rata pihak agen akan tetap mencantumkan nama toko online penjual pada kemasan barang yang dikirimkan. “Jadi seolah-seolah barang itu datang dari penjual,” kata Amin, pemilik JS Sport, yang bergerak di bisnis jersey sepak bola.

Pihak agen biasanya akan memberikan komisi kepada dropshipper. “Besarannya sekitar 10-15% dari harga jual,” kata Amin. “Namun ada juga agen yang menetapkan harga beli khusus dropshipper, kemudian pihak dropshipper bebas menentukan harga jual sendiri.”

Sistem itu memang menguntungkan bagi dropshipper dan agen. “Hanya saja, ada rambu-rambu yang harus diperhatikan oleh pihak dropshipper dan agen yang menjalankan sistem ini,” kata Amin. Sebagai agen, Amin mengaku harus betul-betul menjaga nama baik para dropshipper. “Agen harus menjaga kualitas barang yang dikirim karena menyangkut nama baik dropshipper,” tambahnya.

Sementara itu, pihak dropshipper, meskipun tidak memiliki barang tetap harus mengetahui perkembangan terbaru pihak agen. “Misalkan, mengenai info barang masuk, promo, potongan harga dan lain-lain,” kata Amin. “Karena itu, antara agen dan dropshipper memang seharusnya banyak berkomunikasi.”

Jika muncul kesalahpahaman antara dropshipper dan agen, taruhannya adalah masing-masing kehilangan pelanggan. (Wiko Rahardjo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saran/Kritik/HUb Email